Pernahkah Anda mengukur kemampuan berhasilnya diri sendiri, jika kita berada pada posisi tertentu yang membutuhkan kemampuan akademis? Test OTO Bappenas lah jawabannya. Ya, dengan tes TPA itu dimaksudkan untuk mengukur potensi akademik seseorang yaitu potensi yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan jika kita belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tes yang terdiri dari kemampuan verbal, test kemampuan kuantitatif, tes penalaran (logika), dan tes ruang atau biasa disebut spasial. Tes ini biasanya diperlukan pada saat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan saat ini menjadi syarat mutlak untuk jenjang S2 dan S3. Untuk S2 score yang harus dicapai adalah 500. Dengan score itu seseorang dapat dianggap memmpunyai kemampuan rata-rata (mean). Sedangkan S3 harus ditempuh mencapai score 550. Wahhhh cukup tinggi bukan…
Padahal untuk mencapai score diatas rata rata seseorang harus bisa membaca soal dalam kurun waktu 40 detik/per soal. Membacanya kadang kita memerlukan waktu sekitar 20 detik untuk soal cerita, belum menghitung, belum membulatkan jawaban dengan pensil 2B, dan bagaimana kita punya persediaan waktu dalam menjawab soalnya??
Tes Bappenas yang terdiri dari 250 soal, memerlukan waktu sedemikian singkatnya hingga terbesit dipikiranku, orang secerdas apa yang mampu menjawab soal sebegitu cepat.
Aku yakin tanpa melihat tips dan trik untuk menjawab soal tersebut akanlah sulit untuk meraih score diatas rata-rata.
Beberapa Tips yang harus dipersiapkan untuk menghadapi Test OTO Bappenas.
1. Usahakan tidak berpikir terlalu lama pada satu soal karena Anda akan kehabisan waktu. Jika menemukan soal yang sulit, maka soal tersebut dapat ditinggalkan terlebih dahulu. Kerjakan soal berikutnya, karena tidak jarang soal yang berikutnya merupakan soal yang tingkat kesulitannya lebih rendah. Jadi ingat apa kata guru, saat SMA dalam persiapan UAN, ternyata teori ini masih berlaku lho ..
Gimanapun juga teori ini sangat penting, Why?? Ok aku sedikit ulas kenapa teori ini penting! Dalam kehidupan nyata, kita dihadapkan dengan suatu masalah yang kompleks, jika kita hanya berkutat dalam problem yang sulit untuk dipecahkan, maka problem lain yang sebenarnya mudah kita abaikan. Akhirnya, semua masalah semakin kompleks dan tidak ada temu pemecahannya. Dengan tes ini kita akan diuji seberapa mampukah kita mengambil peluang, soal mana yang kita anggap mudah dan pasti kita kerjakan dulu, selebihnya untuk waktu yang tersisa kita masih memakai metode “tembak”.
Memang, tes BAPPENAS didesain untuk tidak dijawab keseluruhan, tapi seberapa cepat kemampuan logika kita membaca soal dan menjawabnya. Jadi tetep teori lama kita dipakai, kerjakan yang mudah terlebih dahulu.
2. Rasa percaya diri yang kuat adalah bekal yang sangat penting dalam menghadapi test ini. kenapa?? dengan kepercayaan diri, kita merasa optimis dan berpikir tanpa emosi sehingga dalam menebak jawaban tidak asal menebak tetapi juga logika kita diuji.
3. Konsentrasi! Wah kalo ini memang penting dalam test apapun. Tapi bener loh, saat kita tidak konsentrasi misalnya getaran HP ditas, atau kita sedang menghadapi berbagai masalah akan dapat menggangu ketenangan pikiran. Usahakan buanglah semua hal-hal yang tidak seharusnya dibawa diruang tes, simpanlah dulu di recycle bin setelah test baru kita restore lagi ya
asal jangan sampe empty berarti kita lari dari masalah!
4. Cermat dalam menghadapi penyajian angka, huruf, tanda baca, gambar simbol, kata dan kalimat. Belajarlah dari buku-buku referensi seperti modul pelatihan atau TRY OUT. Carilah teman yang telah berhasil dengan selamat melewati test ini, pinjamlah buku atau modul pelatihan yang berhubungan dengan TPA, saya yakin semakin anda sering berlatih kemampuan anda bisa diatas rata-rata. 
5. Untuk tes kemampuan kata (Verbal) seperti padanan kata, antonim, sinonim dan analogi bukalah link berikut : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/ disini banyak kata - kata yang tidak menjadi acuan dalam komunikasi sehari - hari. Seringlah berlatih dengan kata ilmiah dan lebih bersifat akademisi akan membantu dalam menghadapi test kemampuan verbal.
Contoh bentuk soal dalam test ini:
Lawan Kata : ANTITESIS : TESIS
Analogi : SEKUTU : KOMPETISI = KOOPERASI : VERSUS
Sinonim : KNOT = Satuan kecepatan
Padanan Kata : INTERIM : Bersifat sementara, INDOLENSI : Lemah, atau kurang bersemangat.
Saran saya : Rajinlah menghafal dengan melihat persamaan kata pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, di link yang saya sebutkan tadi cukup lengkap dan membantu 
6. Test kemampuan berhitung, wah yang satu ini saya yakin menjadi momok yang menakutkan disaat test TPA. Gimana nggak?? bayangkan saja 1 soal hitungan hanya diberi waktu 40 detik! sedangkan soal yang disajikan tidak kira - kira susahnyaaa.. dalam bentuk kualitatif atau angka. Seperti soal cerita menghitung kecepatan, statistik, bilangan berpangkat, pembagian bilangan pecahan, deret aritmatika, perbandingan luas sisi bidang datar, dimensi tiga dan logika matematika.
Mau tahu bentuk soal dalam test ini
, saya beri simple soal :
Jika x = 0,05% dari 10,5, dan y = 10,5% dari 0,05 maka pernyataan yang benar adalah x = y, anda tak perlu berpikir kenapa
apalagi terlintas pikiran masa sih? coba dulu ah.. Saya katakan tidak ada waktu untuk pembuktian! tetapi bagaimana kita berpikir dengan logika kita, cukup jelas soalnya tak perlu pembuktian apalagi membuang waktu untuk menghitung! bisa - bisa Anda tertinggal 100 nomer dengan teman lainnya. 
Satu soal lagi, saya ambil contoh, x adalah jumlah semua bilangan genap antara 20 -50, dan y adalah jumlah bilangan ganjil antara 20 - 50, maka x < y, kok bisa secepat itu menghitung. Dengan logika saja, bilangan genap setelah 50 adalah 48 dan bilangan ganjil setelah 50 adalah 49, maka logikanya 48 < 49. Mudah bukan? Mau coba hitung? coba saja
kutunggu yaaa … 
Saran saya dalam test kualitatif, hafalkan pecahan 1/2 sampai dengan 1/16 berapa hasil pembagian dalam bentuk desimal? misal 1/16 = 0,0625 , bilangan berpangkat dari bilangan prima juga baiknya di ingat, lupa seperti apa bilangan prima, yuks kembali ke SD aja 
Bilangan prima itu adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. ex : 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29
7. Tes Logika, namanya juga tes logika mau gak mau bukan perasaan yang kita pakai tapi logikaaa …
Contoh soal : Semua pengendara sepeda motor harus memakai helm, Sementara pengendara sepeda motor memakai sarung tangan. Jadi : Sementara pengendara sepeda motor harus memakai helm dan sarung tangan.
Kok bisa gitu y a …? Logikanya jika “semua” adalah “tidak ada satu pun”, “sementara” dan “beberapa” adalah “tidak semua” sedangkan yang ditekankan adalah konteks pernyataan kedua pada premis minor.
Untuk soal dalam bentuk gambar/spatial itu hanya bermain logika saja bagaimana caranya memutar mutar sebuah dadu, bermain dengan domino, bidang datar.. Berikut contohnya 
Jika dadu ini kita putar, usahakan letak bulatan tetap pada posisi yang sama.. jadi ya selamat berpikir
masa selalu ada jawaban 


Yah, seperti itulah garis besar menghadapi TEST TPA OTO BAPPENAS, bagi yang belum sukses dengan score diatas rata- rata jangan patah semangat ya! Belajar dan terus berlatih semoga tulisanku bisa bermanfaat bagi temen - temen yang merasakan dag dig dug nya menghadapi test TPA. Alhamdulilah hasil testku memuaskan diatas rata - rata,
hasilnya baru kuterima kemarin malam.. Sukses untuk temen - temen yang ingin mencoba!