Alhamdulillah, mainan Risky selesai juga ..

visit  : terasrumah.net

Studio Desain Arsitektur dan Interior

terasrumah.net



Sentra Kerajinan Kulit

Liburan akhir tahun, aku mampir ke sentra kerajinan kulit Manding, salah satu desa wisata kerajinan yang cukup dikenal karena kualitas produknya yang tidak mudah rusak karena dibuat dari kulit asli langsung dari pengrajin. Wisata Kerajinan Kulit Manding terletak di Jalan Parangtritis, kurang lebih 3 km sebelah timur kota Bantul. Sampai menemukan sebuah tugu yang bertulis “Sentra Indutsri Kerajinan Kulit” disinilah berjejer toko yang menjual berbagai produk seperti Sepatu, Tas, Dompet, dan Aksesoris lain yang terbuat dari kulit asli.

Harga yang ditawarkan mulai dari 80 ribu rupiah hingga lebih dari 1 juta semuanya tergantung dari jenis kerumitan pembuatan, bahan kulitnya hingga finishingnya. Jika temen - temen ingin membeli kerajinan disana pinter-pinter memilih dan menawar saja, karena masing masing toko memiliki standart harga yang berbeda. Kemarin beberapa tas kubeli di Manding dari harga berkisar antara 80 ribu sampai 500 ribu, dan hasilnya cukup memuaskan untuk koleksi pribadi dan kujual lagi di beberapa temen diluar Yogyakarta, yang tidak sempat berkunjung. Tidak hanya kulit asli, kulit sintesis atau kerajinan lainnya juga disediakan.

Beberapa foto ini hanya sebagai gambaran seperti apa produk di Manding, agar temen temen tidak penasaran. Ini adalah beberapa sepatu yang diproduksi oleh pengrajin lokal Manding. Tidak kalah saing dengan produksi luar kota bahkan Manca, beberapa produk dikirim ke luar negeri dan luar kota begitu salah satu pengrajin yang sempat ku ajak berbincang.

Bagus dan menarik bukan? Tidak disangka pengrajin lokal pun tidak kalah bersaing, mereka benar benar pekerja yang ulet, dari desain hingga finishing, karena saya sempat berkunjung ke salah satu pengrajin di Manding. Setelah beberapa tas kubeli, berpindah ke pengrajin yang lebih exotic dari segi finishing. Kali ini bener bener amazing, berbeda dengan Manding, pengrajin kali ini menawarkan berbagai jenis tas kulit yang kualitasnya super, tidak hanya terbuat dari kebanyakan kulit sapi namun juga berbagai macam kulit seperti katak, kelinci, harimau, biawak, ular dan berbagai jenis binatang lain yang kualitas kulitnya memang memerlukan perawatan yang cukup eksklusif tidak heran harganya pun melebihi rata rata bukan kantong mahasiswa lagi seperti saya ;)).

Mau lihat seperti apa hasil kerajinan kulit yang saya bilang exotic? Beberapa sample saya tampikan diblog ini :

Diatas beberapa sample tas dari kulit kelinci dan katak, lucu dan exotic bukan?? Home Industri ini tidak jauh dari daerah tempat aku tinggal. Cadusa namanya, handmade dan machine-made, pemesanannya pun unik dan custom. JIka biasanya 1 tas bisa didesain lebih 2 item, Cadusa menawarkan berbeda, tidak bisa 1 tas dimiliki oleh dua orang berbeda, dan benar benar memberikan kesan exotic dan eksklusif. Jadi tunggu apalagi jika kalian memang tertarik dengan bahan dan desain tas kulit ini, datanglah berkunjung ke Yogyakarta, kota sejuta kreasi dan kerajinan tangan :)



Memutuskan Menikah..

Ketika beberapa teman dekatku sudah memutuskan akan menikah di tahun ini, sebuah rasa tak percaya beberapa orang dulu yang aku sempat kenal, sempat dekat, sering berbagi kini telah berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa, bertanggung jawab, penuh rasa percaya diri, dan terlihat bahagia berapa hari belakangan ini.

Sahabatku dari masa aku sekolah, teman kuliah, rekan kantor, dan teman kost mereka serentak memutuskan untuk menikah di tahun 2010. Antara sedih dan bahagia, namun aku menyadari semua ini adalah bagian dari cerita kehidupan.

Sempat kemarin berkunjung ke salah satu teman yang mengajariku agama sewaktu kuliah, Agustini namanya. Gadis yang sholehah, ikhlas dan sabar. Tini bercerita bagaimana perjuangannya sewaktu memutuskan untuk menikah, banyak sekali hal yang sepertinya ada didepan mata tidak semudah untuk direalisasikan. Bertemu seorang ikhwan dan melalui proses ta’aruf, adalah hal yang takjub dimataku, sungguh luar biasa kebesaran Allah menanamkan cinta diantara mereka tanpa ada proses saling mengenal terlalu lama. Sempat aku berpikir, kenapa aku tidak bisa seikhlas Tini, bahwa Jodoh, Rejeki, Kematian, dan Kelahiran adalah hal yang memang sudah digariskan Allah dari kita lahir. Namun  tidak semuanya kusesali, karena dengan siapa saat ini aku bertemu dan menjalani kehidupan adalah sudah bagian dari takdirku ..

Tini mengingatkanku, bahwa menikah itu tidak hanya hidup bersama, namun juga menyatukan dua perbedaan yang belum pernah dikenali selama masa pacaran. Istri adalah cermin dari seorang suami, begitu juga suami, adalah cermin dari seorang istri. Beberapa nasehat dia berikan, agar aku bisa memperbaiki diri dengan agama, dan akhlak mulia. Subhanallah Allah menciptakan gadis seperti Tini, kata-katanya lembut, nasehatnya selalu membuatku menangis, keikhlasannya karena Allah, aku bersyukur sempat menemuinya sebelum dia pulang ke Palembang dan menetap di Cilegon pertengahan januari ini.

Aku ikut bahagia kepada teman yang akan memutuskan menikah  ditahun 2010, semoga barokah :)