Archive for February, 2009

Musim bersamaan

Pulang kerja, tak biasanya sedih begini. Sesampai dikost, seperti ada yang hilang, tapi tak tahu itu apa. Lampu rumah kost belum di nyalakan, entah dimana penghuninya seperti tidak peduli dengan keberadaan rumahnya. Kotor, gelap sunyi dan tak ada seorang pun dirumah tempat aku kost. Biasanya ada temen kost ku terdekat, Amie namanya yang selalu menyapaku setiap aku pulang kerja. “Mba danie, sudah makan belum?? ayo makan di bareng di warung depan”, begitu biasanya sesudah aku pulang, tapi sayang kemarin adalah hari terakhir aku makan bersamanya. Dia harus pergi bekerja di luar negeri, ada panggilan tugas disana menjadi seorang pelayan hotel di Bahrain. Anak yang manja, setiap malam minta di peluknya saat tidur :) Aku merasa kehilangan sosok adik seperti dia.

Kubuka pintu kamar kost, gelap dan pengab rasanya, biasanya ada sahabatku Lia, menemaniku. Pulang kerja, dia pasti lagi asyik nonton teve dan sudah memasakkan untukku sayur dan lauk. “Ayo puc, makan dulu, sudah kumasakan nasi dan sayur sop + tempe goreng”, begitu biasanya dia menawarkan aku makan malam. Aku baru ingat kalo hari ini dia tak mungkin menemaniku lagi nonton teve sambil makan malam, siang tadi dia sudah sms akan pamit untuk pulang ke Cirebon untuk selamanya. Yah, disini dia sudah tidak ada tugas lagi sebagai mahasiswa, orang tua nya pun memintanya pulang. Begini smsnya siang tadi.

“Puc, teteh lagi packing sendirian ni, ternyata sedih juga ya mau ninggalin jogja, teteh udah selese revisi dan sekarang lagi di jilid, besok di ambil”.

Tapi aku masih bisa lega karena aku masih punya 1 sahabat yang tinggal di Jogja, Nita namanya, biasanya setiap sore sebelum pulang kantor dia selalu menelepon ku, menanyakan keberadaanku. “Halo Puc, kamu udah makan belum? nanti malam tidur sama siapa? mau kutemenin po? mau kubawain apa pulang kantor?? Burger ya..”, begitu biasanya Nita meneleponku. Tapi sejak dia keluar dari Telkomsel, dan memilih berkarir di BRI, terpaksa suara dering HP ku tak terdengar lagi sejak dia mengikuti pendidikan selama 1 bulan.

Dan semuanya terasa hambar dan hampa ketika satu persatu teman – temanku pergi meninggalkanku :( . Tiba – tiba aku tersadar, mereka tidak meninggalkanku, hanya saja jarak memisahkan kami.

“Selamat jalan teman, semoga kalian menemukan arti hidup lebih baik nanti :)

February 11, 2009 Post Under Friendship - Read More